awTJ8oIyB94nutbC1bJoZn5dMRTh5VC3z3VvpzU4
Bookmark

Hipertiroidisme: Penyebab, Gejala Awal, Diagnosis, dan Pengobatan yang Perlu Diwaspadai

Hipertiroidisme akibat kelenjar tiroid terlalu aktif
Hipertiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid memproduksi hormon berlebihan

Hipertiroidisme adalah kondisi medis ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan sehingga melebihi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering disebut sebagai tiroid terlalu aktif dan dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari jantung, sistem pencernaan, hingga kondisi mental. Kelenjar tiroid sendiri berperan penting dalam mengatur metabolisme, yaitu proses tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi, metabolisme tubuh meningkat secara berlebihan, menyebabkan berbagai keluhan seperti jantung berdebar, berat badan turun drastis, mudah berkeringat, hingga gangguan tidur. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit hipertiroidisme dapat menimbulkan komplikasi serius yang berdampak jangka panjang.

Apa Itu Hipertiroidisme?

Hipertiroidisme adalah gangguan hormon yang terjadi akibat produksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) yang berlebihan oleh kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi mengatur kecepatan kerja organ tubuh, termasuk detak jantung, suhu tubuh, dan penggunaan energi. Saat hormon tiroid terlalu tinggi, tubuh berada dalam kondisi “bekerja terlalu cepat”, sehingga penderitanya sering merasa lelah meskipun tampak aktif.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita. Data menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko lima hingga sepuluh kali lebih besar mengalami hipertiroidisme pada wanita dibandingkan pria. Faktor hormonal dan autoimun diduga berperan dalam tingginya angka kejadian ini.

Penyebab Hipertiroidisme

Penyebab hipertiroidisme cukup beragam dan sebagian besar berkaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh atau kelainan struktur kelenjar tiroid. Berikut beberapa penyebab utama yang paling sering ditemukan:

Penyakit Graves

Penyakit Graves merupakan penyebab tersering hipertiroidisme. Kondisi ini adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk terus memproduksi hormon. Penyakit Graves sering diturunkan dalam keluarga dan umumnya menyerang wanita usia muda. Gejala khasnya meliputi mata menonjol dan pembesaran kelenjar tiroid.

Tiroiditis

Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan hormon tiroid bocor ke dalam aliran darah. Kondisi ini dapat bersifat sementara dan memiliki beberapa jenis:

  • Tiroiditis subakut, biasanya disertai nyeri dan dapat sembuh sendiri dalam beberapa bulan.
  • Tiroiditis postpartum, terjadi setelah melahirkan dan sering dialami wanita dalam 1–2 bulan pasca persalinan.
  • Tiroiditis diam, mirip dengan postpartum tetapi tidak berhubungan dengan kehamilan.

Nodul Tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan pada kelenjar tiroid yang dapat memproduksi hormon secara mandiri. Jika hanya satu nodul yang aktif, disebut nodul beracun tunggal. Bila terdapat beberapa nodul aktif, kondisi ini dikenal sebagai gondok multinodular toksik.

Yodium Berlebih dan Obat Tiroid

Asupan yodium berlebihan dari suplemen, rumput laut, atau obat tertentu seperti amiodarone dapat memicu hipertiroidisme. Selain itu, konsumsi obat hormon tiroid yang berlebihan pada penderita hipotiroidisme juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Gejala Hipertiroidisme

Gejala hipertiroidisme sering kali berkembang secara perlahan dan dapat menyerupai penyakit lain, sehingga kerap tidak disadari pada tahap awal. Pada kasus ringan, penderita bahkan mungkin tidak merasakan keluhan berarti.

Salah satu tanda khas hipertiroidisme adalah gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid di leher yang ikut bergerak saat menelan. Namun tidak semua penderita mengalami gondok yang terlihat jelas.

  • Jantung berdebar cepat dan tidak teratur.
  • Penurunan berat badan meski nafsu makan meningkat.
  • Gelisah, cemas, dan mudah marah.
  • Gangguan tidur dan mudah lelah.
  • Tangan gemetar dan kelemahan otot.
  • Diare atau buang air besar lebih sering.
  • Berkeringat berlebihan dan intoleransi panas.
  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita.

Pada penderita penyakit Graves, dapat muncul gejala mata menonjol dan penglihatan ganda. Anda juga bisa membaca artikel terkait penyebab jantung berdebar untuk memahami kondisi serupa.

Diagnosis Hipertiroidisme

Diagnosis hipertiroidisme ditegakkan melalui pemeriksaan darah untuk menilai kadar hormon tiroid. Pemeriksaan utama meliputi kadar TSH yang biasanya rendah, serta hormon T3 dan T4 yang meningkat.

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • USG tiroid untuk mendeteksi nodul atau peradangan.
  • Uji serapan yodium radioaktif untuk melihat aktivitas tiroid.
  • Scan tiroid untuk menilai distribusi yodium dalam kelenjar.

Pemeriksaan antibodi tiroid juga dilakukan untuk memastikan apakah penyebabnya adalah penyakit Graves.

Pengobatan Hipertiroidisme

Pengobatan hipertiroidisme disesuaikan dengan usia, penyebab, tingkat keparahan gejala, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Tujuan utama terapi adalah menurunkan produksi hormon tiroid dan mengendalikan gejala.

  • Obat anti-tiroid seperti methimazole dan PTU untuk menekan produksi hormon.
  • Yodium radioaktif untuk menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif.
  • Operasi tiroidektomi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid.
  • Beta-blocker untuk meredakan gejala seperti jantung berdebar.

Sebagian besar pasien memerlukan pemantauan jangka panjang. Setelah terapi, beberapa orang justru mengalami hipotiroidisme dan membutuhkan obat hormon tiroid seumur hidup. Artikel gejala hipotiroidisme dapat membantu memahami kondisi ini.

Komplikasi Hipertiroidisme

Jika tidak diobati, komplikasi hipertiroidisme dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, kontrol rutin sangat penting.

  • Gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.
  • Gagal jantung.
  • Osteoporosis dan patah tulang.
  • Krisis tirotoksik, kondisi darurat yang berpotensi fatal.

Segera cari bantuan medis jika muncul gejala seperti kebingungan, demam tinggi, dan detak jantung sangat cepat.


FAQ Seputar Hipertiroidisme

Apa itu hipertiroidisme? Hipertiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan sehingga metabolisme tubuh meningkat drastis.
Apakah hipertiroidisme bisa sembuh total? Tergantung penyebabnya. Beberapa kasus dapat terkontrol, namun sebagian memerlukan pengobatan jangka panjang.
Apakah hipertiroidisme berbahaya? Ya, jika tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan jantung, tulang, hingga krisis tirotoksik.
Siapa yang berisiko terkena hipertiroidisme? Wanita, orang dengan riwayat keluarga penyakit tiroid, dan penderita penyakit autoimun memiliki risiko lebih tinggi.