![]() |
| Otitis media sering menyerang anak akibat infeksi saluran pernapasan atas |
Di Indonesia, penyakit otitis media kerap berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti flu dan pilek yang tidak tertangani dengan baik. Kondisi ini menyebabkan penumpukan lendir yang menyumbat saluran telinga, sehingga kuman mudah berkembang. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi telinga tengah dapat memicu komplikasi serius dan memengaruhi kualitas hidup, terutama pada anak.
Apa Itu Otitis Media?
Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga bagian tengah yang terjadi akibat masuknya virus atau bakteri. Normalnya, telinga tengah bersifat steril karena dilindungi oleh saluran khusus bernama tuba Eustachius yang berfungsi menyeimbangkan tekanan udara dan mengalirkan cairan keluar dari telinga.
Ketika fungsi tuba Eustachius terganggu, cairan akan menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya kuman. Kondisi ini paling sering dialami oleh bayi usia 6–15 bulan dan anak di bawah 10 tahun karena struktur telinga mereka belum berkembang sempurna.
Penyebab Otitis Media
Penyebab utama otitis media adalah infeksi saluran pernapasan atas. Flu, pilek, atau batuk yang berkepanjangan dapat menyebabkan lendir menumpuk dan menyumbat tuba Eustachius.
Gangguan Fungsi Tuba Eustachius
Pada anak-anak, tuba Eustachius cenderung lebih pendek, sempit, dan mudah tertutup. Hal inilah yang membuat infeksi telinga tengah pada anak lebih sering terjadi dibandingkan orang dewasa.
Pembesaran Kelenjar Adenoid
Kelenjar adenoid yang terletak di belakang tenggorokan dapat membengkak akibat infeksi berulang. Pembengkakan ini dapat menghambat aliran udara dan cairan dari telinga tengah, sehingga meningkatkan risiko otitis media berulang.
Faktor Risiko Otitis Media
Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit otitis media:
- Riwayat keluarga dengan infeksi telinga atau asma
- Sering terpapar asap rokok atau polusi udara
- Sering mengalami flu dan pilek
- Memberi makan bayi sambil berbaring
- Tidak mendapatkan ASI
- Menggunakan dot dalam jangka panjang
- Kelainan bawaan seperti bibir sumbing atau sindrom Down
Pola hidup yang kurang sehat juga dapat melemahkan daya tahan tubuh. Karena itu, menjaga imunitas anak sangat penting, seperti yang dibahas dalam artikel pola hidup sehat untuk mencegah penyakit.
Gejala Otitis Media
Gejala otitis media dapat berbeda tergantung usia dan tingkat keparahan infeksi.
Gejala pada Bayi dan Anak
- Sering menarik atau memegang telinga
- Demam tinggi
- Diare dan muntah
- Sulit tidur dan rewel
- Penurunan nafsu makan
Gejala pada Remaja dan Dewasa
- Nyeri telinga
- Gangguan pendengaran
- Rasa penuh di telinga
- Cairan keluar dari telinga
- Gangguan keseimbangan
Pada kondisi otitis media efusi, cairan dapat menetap di telinga tengah selama lebih dari tiga bulan dan menyebabkan penurunan pendengaran secara perlahan.
Diagnosis Otitis Media
Untuk menegakkan diagnosis otitis media, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan otoskop guna melihat kondisi gendang telinga.
Timpanometri
Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai pergerakan gendang telinga akibat perubahan tekanan udara.
Audiometri
Digunakan untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran akibat infeksi telinga tengah.
Pemeriksaan Pencitraan
Pada kasus tertentu, CT scan atau MRI dilakukan jika dicurigai adanya komplikasi serius.
Pengobatan Otitis Media
Pengobatan otitis media disesuaikan dengan stadium penyakit dan kondisi pasien.
Perawatan dan Gaya Hidup
- Menjaga kebersihan telinga
- Menghindari asap rokok
- Memastikan asupan cairan cukup
- Menjaga daya tahan tubuh, termasuk dengan cukup minum air putih
Pengobatan Medis Berdasarkan Stadium
- Stadium oklusi: pemberian obat tetes hidung untuk membuka saluran.
- Stadium hiperemis: antibiotik, antinyeri, dan antiradang.
- Stadium supurasi: tindakan kecil untuk mengeluarkan cairan.
- Stadium perforasi: antibiotik dan perawatan telinga khusus.
Perlu diketahui, penggunaan antibiotik harus sesuai anjuran dokter karena tidak semua infeksi telinga tengah disebabkan oleh bakteri.
Pencegahan Otitis Media
Pencegahan penyakit otitis media dapat dilakukan dengan mencegah ISPA sejak dini. Segera tangani flu dan pilek agar tidak berlanjut ke infeksi telinga.
Pemberian ASI hingga usia 2 tahun terbukti membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Selain itu, imunisasi seperti PCV dan Hib sangat penting untuk mencegah infeksi bakteri penyebab otitis media.
Kesimpulan
Otitis media merupakan infeksi telinga tengah yang umum terjadi, terutama pada bayi dan anak-anak. Dengan mengenali penyebab otitis media, memahami gejalanya, serta melakukan pengobatan dan pencegahan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan. Jika gejala tidak membaik dalam tiga hari atau muncul cairan dari telinga, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
FAQ
1. Mengapa anak-anak lebih sering mengalami otitis media?
Infeksi telinga tengah (otitis media) memang lebih banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Ada beberapa faktor utama yang membuat mereka lebih rentan:
- Struktur Saluran Eustachius
- Perkembangan Sistem Kekebalan Tubuh
- Ukuran Adenoid (Amandel)
Pada anak-anak, saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan lebih pendek, sempit, dan posisinya lebih mendatar. Kondisi ini memudahkan terjadinya sumbatan serta menyulitkan cairan keluar dari telinga tengah.
Sistem imun anak belum matang sepenuhnya. Akibatnya, kemampuan mereka melawan kuman penyebab infeksi masih terbatas dibandingkan orang dewasa.
Kelenjar adenoid yang terletak di dekat saluran eustachius biasanya lebih besar pada anak-anak. Ketika adenoid meradang, misalnya saat anak sedang pilek, pembengkakan dapat menekan atau menutup saluran tersebut sehingga meningkatkan risiko infeksi.



